Hello!
Senin, 16 Januari 2017
Jurusan?
hello!
this is my first blog in 2017, sebelumnya happy new year untuk kita semua! harapannya ditahun ini banyak banget, pada intinya ya semoga bisa change to be better than before, amin.
Kata orang, ditahun yang baru ini kita harus punya harapan harapan untuk kedepan dan kita juga harus bisa move on dari tahun tahun sebelumnya, entah itu move on terkait hal perasaan, masa lalu, pengalaman pribadi, pola pikir, dan lain sebagainya. tapi tau ga sih harapan harapan yang kita punya itu sulit banget diterapkan di dunia nyata? hmm namanya juga harapan ya, pastinya mau yang terbaik, bagaimana pun caranya, entah itu susah atau ga pokoknya harus bisa wujud kan deh.
ngomongin susah atau ga untuk wujud kan harapan, disini aku mau cerita sedikit tentang harapan harapan di tahun sebelumnya yang belum bisa aku wujud kan, dan bahkan gak bisa lagi buat aku wujud kan karena keputusan yang udah aku ambil, yaitu tentang jurusan....
Medicine, it's a best major for your future. itu adalah suatu pembicaraan keluarga yang sakral bagi aku pada saat itu...
karena menurut aku banyak banget perbedaan pendapat antara aku dan keluargaku, terlebihnya ayah ku. apalagi kalo ada pengaruh dan hasutan dari orang-orang yang nyaranin aku buat kesini lah kesitu lah, karena pada dasarnya aku emang orangnya mudah terpengaruh, selagi itu masuk akal dan positif buat aku pasti aku tanggepin yang pada akhirnya membuat aku merenung, dan ga jarang ngebuat aku galau dalam memilih... belum lagi sepupu sepupu, om, tante, yang selalu nyaranin buat kedokteran. Emang sih kebanyakan dari mereka pada lulusan Fk, entah itu kedokteran umum, atau kedokteran gigi, yang membuat orangtuaku menggebu gebu untuk menyaranankan aku masuk di kedokteran.
jadi dulu cita cita aku itu banyak banget dan selalu beda beda,
dari aku yang mau jadi pilot, polisi, perwira IPDN, teknik industri pangan, sampai dipaksa buat ambil kedokteran.
dari setiap pilihan yang pengen aku ambil pasti ada alasannya, kenapa aku mau jadi pilot? alasannya mau jadi pilot yang pertama yaitu kurangnya pilot wanita yang ada di Indonesia, sehingga menjadi peluang besar buat aku lulus nantinya, apalagi peminatnya belum banyak saat itu, dan aku mau buktiin juga wanita itu bisa bekerja dan memposisikan diri layaknya laki laki, tetapi bukan mengambil alih pekerjaan laki laki, hanya saja memperjuangkan emansipasi wanita, pada intinya aku mau buktiin kalo wanita juga bisa.
cita cita aku udah bulat banget saat itu, aku cari informasi sana sini, mama juga selalu dukung, akhirnya aku tambah semangat. Nah, pendapat papa ini yang selalu bertentangan dengan aku, "kamu itu bakal jadi seorang istri, yu. Kalo kamu jadi pilot, kamu bakal sering tinggalin suami kamu nantinya, nyawamu juga digantung diudara setiap kamu bekerja, ya paling umur 30-35 udah pensiun karena harus dirumah jaga anak, coba liat tu kedepan, saat kamu sudah berumah tangga, dipikirkan lagi apakah itu pekerjaan yang layak untuk waktu jangka panjang?" kalimat yang simple tapi dalem banget buat aku yang bikin aku down, yah aku udah ambil kesimpulan kalo papa sangat tidak mendukung...
yaudah aku ganti pilihan untuk menjadi seorang polwan atau polisi wanita, alasannya simple, "kerjaan pasti dan terjamin", dan alasan untuk ga jadi nyoba polwan juga simple "oh iya aku gamau tinggal diasrama lagi" ........ that's the most weird reason-_-
Kalo yang teknik industri pangan itu aku mau karena aku suka makan sih hehehe.
Sampai pada akhirnya aku capek sendiri dan aku dipaksa buat ambil kedokteran.
ya pastinya suatu kebanggaan tersendiri buat orangtua, orangtua mana sih yang ga senang kalo anaknya masuk kedokteran? kesehatan keluarga nya terjamin, amal ibadahnya InsyaAllah berkah, rezeki lancar wal afiat. Dimata orangtua, kedokteran adalah yang paling terbaik.
Disitu saya mencoba untuk mengintropeksi diri, apakah saya pantas menjadi seorang dokter? saya bukan pesimis, tapi untuk menjadi seorang dokter membutuhkan mental yang kuat, tanggung jawab yang besar, otak yang cerdas, waktu yang tidak sedikit untuk belajar dan menghafal, serta fisik dan tenaga yang cukup memadai..
Oke, mungkin aku masih bisa ngeliat darah, tapi kalo udah luka dalam, entah itu karena kecelakaan, patah tulang, kulit robek dan lain sebagainya yang ga bisa aku bayangin dan itu yang bakal jadi makanan sehari hari ku? really, i can't...
belum lagi waktu tempuh yang ga sebentar untuk mempelajari bidang tsb (karena umurku termasuk lebih tua dari pada kebanyakan temanku yang lain), Knowledge about biology (lemah), hapalan (lemah), dan biayanya yang besar (sungkan dan gaenak dengan orangtua) aku better ke hitung hitungan deh daripada harus hapalan yang banyak dengan kata kata yang belum pernah aku temuin sebelumnya.
oke, disitu aku sadar, kedokteran emang bukan passion aku dan itu ga bisa dipaksakan, karena nantinya aku yang akan ngejalanin sendiri, aku yang mempraktekkannya, aku yang terjun langsung, dan aku yang ngalamin sendiri, baik buruknya, enak atau engga nya ya aku yang rasain, mereka ga bakal tau keadaan aku gimana nantinya kalo aku memilih jurusan yang bukan minatku itu...
pada akhirnya, ketika mendaftar di perguruan tinggi, aku jatuh pada pilihan kedua, yaitu Teknik Industri, jurusan dimana aku lebih merasa hidup dan menemukan banyak hal hal baru, walaupun dapat dikatakan berat dan capek, tapi aku cukup menikmati dan aku rasa hal ini bukan beban, ini resiko yang harus aku nikmati karena ini pilihanku. bidang yang jauh sekali dengan pilihan pertama dimana pilihan pertama adalah kemauan orangtua ku. aku sadar mungkin tidak bisa membahagiakan mereka untuk sekarang, tapi aku yakin bakal bisa membahagiakan mereka kelak dengan kemampuanku dan hasil kerja kerasku sesuai passion dan minat ku sendiri.
aku juga yakin setiap orangtua pasti punya alasan dan tujuan tertentu demi penghidupan yang layak untuk anaknya dan setiap orangtua pun selalu menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Jadi, kalo kamu berbeda pendapat dengan orangtua ataupun keluarga kamu, coba ajak bicara baik baik, kalo pun mereka berbeda pendapat denganmu dan tetap memaksakan kehendaknya, ya ikuti alur kehidupan dan takdir mu saja, serahkan pada Allah SWT, pasti ada jalannya dan pasti ada hikmahnya :)
Sekian blog dari saya, kurang lebihnya mohon maaf, semoga bermanfaat! 😊
Langganan:
Postingan (Atom)
